Stok Aman, Kualitas Juara! Panen Kentang 28 Ton Bukti Petani Jabar Makin Sejahtera
Garut - Program Matching Grant ICARE Jawa Barat kembali membuktikan bahwa sentuhan modernisasi pertanian membawa dampak ekonomi yang sangat nyata. Pada Mei 2026, petani Koperasi Horti Agro Makmur sukses memanen kentang di atas lahan 0,5 hektar (Blok Korea) dengan total produktivitas menembus 28,4 ton per hektar. Angka ini melonjak drastis hingga 42% dibandingkan rata-rata hasil panen petani Pasirwangi yang sebelumnya di angka 20 ton per hektar. Lompatan ini menjadi bukti bahwa inovasi pendampingan dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat mampu memaksimalkan potensi lahan secara optimal.
Keberhasilan ini tidak hanya diukur dari kuantitas, tetapi juga lompatan kualitas yang dicapai hanya dalam usia tanam 107 hari. Panen didominasi oleh kentang premium, tercatat 8.500 kg masuk Grade AB, disusul 4.200 kg Grade C, dan hanya sebagian kecil atau 1.500 kg yang berstatus busuk/rijek. Bagi petani, tingginya volume kentang kualitas unggul ini adalah berita emas. Minimnya produk rijek berarti menekan risiko kerugian, sekaligus mendongkrak harga jual di pasaran. Artinya, efisiensi bertani meningkat pesat dan memberikan margin keuntungan yang langsung dirasakan manfaatnya untuk kesejahteraan keluarga petani.
Keberhasilan di Blok Korea ini adalah jaminan langsung dari Kementerian Pertanian akan ketersediaan pasokan pangan lokal yang segar, berkualitas tinggi, dan lebih stabil di pasaran. Konsumen tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau fluktuasi harga kentang yang tajam. Ke depannya, kisah sukses ini akan dijadikan percontohan bagi desa-desa lain. Semakin banyak petani yang bertransformasi ke pertanian modern, semakin kokoh pula ketahanan pangan nasional kita yang bermuara pada terjaganya stabilitas ekonomi masyarakat dari hulu hingga ke hilir.